5 Buah Wajib Dikonsumsi Saat Hamil, Bisa Bikin Asi Lancar Juga Lho

Perawatan payudara dengan Johnson’s Baby Lotion tergolong baik karena produk ini sudah teruji secara klinis oleh dermatolog. Agar selalu terasa nyaman, pakailah bra yang berbahan katun dan memiliki bantalan busa empuk. Pastikan juga penutup atau cup bra pas menutupi seluruh bagian payudara Ibu. Hindari menggunakan bra yang terlalu ketat dan disangga kawat.

Pastikan ibu telah berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter, sebelum memutuskan untuk minum suplemen vitamin tambahan selama masa menyusui. Penting untuk dipahami bahwa suplemen vitamin tidak dapat menggantikan asupan makanan harian saat menyusui. Ambil contohnya seperti fenugreek, blessed thistle, buah kurma, dan daun katuk.

Namun, jika anak tidak disusui sesering mungkin akan semakin merangsang berkurangnya produksi ASI. Vitamin C pada jambu biji berguna untuk membantu tubuh menyerap zat besi yang mampu meningkatkan suplai ASI. Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa ekstrak daun katuk bisa meningkatkan kuantitas ASI hingga 50,7%. Ini disebabkan oleh tingginya kandungan laktagogum dan prolaktin. Aturlah waktu meminum obat, misalnya setelah menyusui, atau pada saat si kecil tidur untuk waktu yang agak lama. Hal ini untuk memperkecil resiko masuknya pengaruh obat dalam ASI yang dikonsumsi bayi.

Kolostrum mengandung protein dua kali lipat dibandingkan ASI. Kolostrum juga kaya antibodi dan sel darah putih yang melindungi bayi terhadap infeksi dan alergi. Selain itu kolostrum juga mengandung pencahar yang berfungsi untuk membersihkan mekonium, mengandung faktor-faktor pertumbuhan dan kaya vitamin A. Walaupun jumlahnya sedikit, kolostrum cukup untuk memenuhi asupan gizi sang bayi. Kolostrum itu sendiri merupakan cairan berwarna kuning kental yang akan keluar setelah melahirkan dan hanya keluar selama beberapa hari.

Ketika bayi sedang tidak menyusu maupun sudah kenyang menyusu tapi payudara masih terasa kencang, kita bisa mengeluarkan ASI dengan cara dipompa. Usahakan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, tenang, dan santai saat menyusui agar tubuh dan pikiran lebih nyaman guna mendukung produksi ASI. Alhasil, ASI bisa mengalir dengan lancar sehingga bisa menjadi cara memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Berawal dari sinilah, para ibu menyusui mungkin giat mencari cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Setiap ibu menyusui tentunya ingin selalu memberikan ASI bagi bayi yang cukup agar manfaat ASI yang didapatkan bisa optimum.

Penting untuk kamu memperbanyak minum air putih, baik sebelum atau sesudah menyusui. Selain itu, pilih juga asupan makanan yang mengandung gizi seimbang. Kamu akan membutuhkan lebih banyak energi dan nutrisi untuk bayi yang disusui dan si kecil dalam kandungan. Dan ketika makan, banyak-banyaklah makan makanan yang mengandung karbohidrat yang kompleks, sebagaimana sudah disebutkan di atas.

Daging sapi rendah lemak sangat baik dikonsumsi busui untuk meningkatkan kualitas ASI dan mengembalikan energi setelah melahirkan. Di antaranya bisa makan langsung, dijus, atau dicampurkan dengan buah-buahan lain dalam bentuk salad. Dalam teh hijau terkandung mineral dan antioksidan yang dapat membuat tubuh lebih rileks, menjaga sirkulasi darah dan kolesterol.

Cara untuk ibu hamil banyak asi

Jawabannya aman-aman saja, baik untuk si ibu, janin, maupun si kecil yang sedang disusui. Memang saat menyusui, rahim akan mengalami sedikit kontraksi karena adanya rangsangan hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui. Namun, kontraksi ini tidak menyebabkan masalah pada janin yang menyebabkan bayi lahir prematur atau lebih parahnya keguguran. Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar seven-hundred kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang.

Kalau si kecil belum terlalu jago menyusu, Bunda bisa mencoba cara lain, yakni dengan memompa payudara. Semakin sering Bunda menyusui, semakin banyak pula hormon prolaktin yang dilepaskan oleh otak. Skin to pores and skin contact tidak hanya memperkuat bonding ibu dan bayi, tetapi juga mendukung proses menyusui. Pasalnya, saat kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu, hormon oksitosin meningkat.